Alamat, Harga Tiket, Review serta Lokasi Wisata Candi Borobudur via Google Maps

Alamat, Harga Tiket, Review serta Lokasi Wisata Candi Borobudur via Google Maps

Alamat, Harga Tiket, Review serta Lokasi Candi Borobudur via Google Maps
Alamat, Harga Tiket, Review serta Lokasi Candi Borobudur via Google Maps

Ajarnulis.com-Alamat, Harga Tiket, Review serta Lokasi Candi Borobudur via Google Maps-Halo Sobat Traveller, banyak orang yang mencari informasi tentang deskripsi candi borobudur, wisata candi borobudur, lokasi candi borobudur, sejarah singkat candi borobudur, candi borobudur peninggalan kerajaan, bentuk candi borobudur, misteri candi borobudur, letak candi borobudur, tiket masuk wisata candi borobudur, dan sebagainya. Untuk itu berikut ini saya bagikan informasi tentang Alamat, Harga Tiket, Review serta Lokasi Candi Borobudur via Google Maps, semoga bermanfaat.

  • Peta Lokasi :


  • Alamat : Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
  • Telepon : (0293) 788266
  • Jam Buka : 08.00 s/d 17.00 WIB
  • Harga Tiket : 
Tarif wisatawan nusantara per orang untuk sekali masuk

TWC Borobudur

Usia 10 tahun keatas: Rp  40.000
Usia 3 s/d 10 tahun: Rp 20.000

Paket TWC Borobudur, Mendut, dan pawon

Usia 10 tahun keatas: Rp 60.000
Usia 3 s/d 10 tahun: Rp 30.000
Sudah termasuk premi asuransi sebesar Rp 500 /orang

Tarif khusus wisatawan nusantara bagi rombongan pelajar serta mahasiswa per grup setiap kali masuk* (dengan surat pengantar dari sekolah/universitas)

Tarif >20 orang

TWC Borobudur: Rp 20.000
Paket TWC Borobudur, Mendut, dan pawon: Rp 30.000
Sudah termasuk premi asuransi sebesar Rp 500 /orang

Paket Terusan

Borobudur – Ratu Boko

Usia 10 tahun keatas: Rp  75.000
Usia 3 s/d 10 tahun: Rp 35.000

Borobudur – Prambanan

Usia 10 tahun keatas: Rp 75.000
Usia 3 s/d 10 tahun: Rp 35.000

Borobudur – Ramayana (ramayana kelas II)

Usia 10 tahun keatas: Rp 150.000
Usia 3 s/d 10 tahun: Rp 135.000

Review : 

Simak komentar orang-orang yang pernah pergi ke sana :

Puri Faekpah
Local Guide 

★★★★★ Terakhir ke candi ini tahun 2017,  ngak bosan melihat kehebatan arsitektur candi yang mendunia ini, peninggalan sejarah yang banyak manfaatnya di lihat dari sudut sosial budaya, ekonomi, agama, kisah pemerintahan zaman kerajaan, dan yang bisa di petik kisah-kisah kehidupan dalam filosofinya, tercermin dari relief yang ada pada candi ini.

Pengulas pernah kesini waktu masih balita di bawa orang tua tahun 72 sdh cukup lama, terus tahun 1993, 1995, barusan akhir jelang 2017 dari candi ini. 
Sekarang sudah baik dan modern dalam pengelolaan objek wisata ini, dan candi ini merupakan salah satu icon fenomenal di Negara Indonesia tercinta dari peninggalan sejarah zaman dulu. 

Objek wisata candi ini, lingkungannya bersih, aman, tertib dan banyak menawarkan banyak hal, mulai dari sejarah candi, souviner, kuliner, museum, taman lingkungan yang asri, transfortasi menuju kaki candi, dan banyak lagi.

Kalau kita berada di pelataran puncak candi ini bisa melihat alam sekitarnya yang indah nan menawan sekali,  sungguh luar biasa Tuhan menciptakan alam ini begitu takjub melihat dan memandangnya.
Ternyata ada cara menaiki tangga-tangga candi ini, "waktu itu kita minta pemandu wisata candi dan kita minta cara yang nyaman dan mudah serta sambil menanyakan relief yang ada di dinding candi, ternyata kita di bawa menaiki tangga dengan cara dari tahap pelataran candi terbawah sampai ke puncak pelataran dengan cara memutar se arah jarum jam ternyata cara ini lebih nyaman dan enjoy sambil mendengar cerita sang pemandu mengenai relief candi ini, ngak kerasa sampai ke puncak, kalau turun dari pelataran puncak lebih nyaman cari arah yang berbeda jadi lebih menambah kesan yang suasanannya. 

Setelah sampai di pelataran kita diarahkan untuk naik mobil vw kodok tahun 70 an untuk di antar ke parkiran dengan melewati belakang candi dengan cara memutar melewati desa dan rumah penduduk dan bisa melihat lahan-lahan pertanian yang indah dan hijjau yang subur ke parkiran depan candi. 

Semoga objek candi ini di jaga dan dirawat, karena ini merupakan bukti intelektualitas budaya yang munpuni yang sampai sekarang masih dirasakan masyarakat dunia internasional. 

Demikian ulasan ini semoga bisa bermanfaat dan menambah khazanah promosi objek ini lebih dan lebih dikenal masyarakat luas, terima kasih. 

Memories by@purwonoass2017

Dewi Fatma Wati
Local Guide 

★★★★★ Udah lama ga kesini, pas mudik disempetin mampir ke candi. Pas itu hari selasa, jd ga begitu crowded soalnya ga pas weekend. Tiketnya per orangnya 40rb. Kita kesana motoran aja, dg bantuan google maps tentunya. Karna pengen tau area candi jd kita naik kereta mini gitu. Muter candi sekali puteran 10rb satu orang. Di bonusin air mineral 1 botol kecil. 
Untuk yg belum pernah ke candi disarankan BAK/BAB/keperluan ke toilet di dalam aja (pas udah masuk area candi) soalnya toilet di area candi gratis. Sedangkan toilet di area sebelum pintu masuk berbayar. Selain itu jika mau sewa payung mending setelah masuk candi. Disana lebih murah. Jika kita sewa di pintu masuk perpayungnya 10rb. Tapi kalo sewa di dalam, pas mau naik candi cm 5rb.
Mungkin karena pembaharuan candi yang rapih jd pas mau keluar kita dilewatkan dulu ke lokasi belanja. Disana ada berbagai macam penjual mulai dari makanan, souvenir dan pakaian. Jika ingin harga yang cukup miring. Belilah oleh2 seperti kaos/baju/souvenir di penjual ujung pintu keluar. Harganya bisa lebih murah. Misal kaos oleh2 gitu 100rb bisa dapet 4, souvenir asbak 10rb dapet 3, gantungan kunci sepack cm 10rb dan masih banyak lainnya yg terjangkau kantong.



tri wahyuni hs
Local Guide 

★★★★★  Candi borobudur. Pasti banyak orang yang mengira kalau candi ini ada di yogyakarta, padahal sebenarnya candi ini berada di wilayah magelang. Pengalaman pribadi saya, tiap kali saya kesini saya selalu terpesona akan keindahannya. Arsitekturnya, pemandangan alamnya, batuan candinya, sejarahnya, para wisatawannya, juga pasar pernak perniknya hehehe. Kalau bagi saya, nilai 10 dari 10 deh. Dari sisi mana aja, borobudur pasti akan membuat terkesima. Tapi jangan lupa ya untuk tetap mematuhi peraturan yang ada seperti jangan menginjakkan kaki di stupa demi alasan memegang patung di dalamnya. Pasti kalau lagi disini, waktu terasa cepat berputar. Dan tiap kali waktu menunjukkan untuk pulang, ada sedikit rasa sedih di hati saya dan rasa untuk gak mau pulang. Entah kenapa candi budha terbesar di Indonesia ini selalu memiliki daya tarik tersendiri. Yah pantas saja jika masuk salah satu keajaiban dunia sih.tapi sayangnya ketika terakhir kali saya kesana, seperti yang ada di foto ini, cuaca di borobudur lagi mendung dan yah bisa ditebak, hujan. Mungkin kalau lagi sunrise atau sunset, pemandangan di borobudur ini pasti bagus banget. Gak sabar menantikan kesempatan lain untuk melihat borobudur tercinta ini lagi. Dan tentunya mengabadikan segala keindahan borobudur dengan orang yang baru hehhehe.

melan nia
Local Guide 

★★★★★  Tempat wisata yang menarik. Tarif parkir mobil 10.000rupiah. Begitu turun dari mobil kami serombongan langsung di tawari n dikejar oleh berbagai penjual seperti topi,  mainan,  minuman, sewa troli bayi,  penjual makanan dan sewa tikar.  Pokoknya rasanya ramai sekali.  Ada toilet sebelum loket n pintu masuk,  tarifnya 2000 rupiah.  Tiket dewasa 40.000an per orang,  bayi bawah 1 tahun gratis.  Loket dibedakan antara wisatawan domestik dan internasional.  
Pada saat masuk karcis harus dipegang masing" n ada pemeriksaan tas (barang bawaan). 
Setelah masuk ke dalam,  disebelah kiri juga ada toilet dan yang ini gratis.  Juga ada tempat oleh". Di sini juga disediakan lajur khusus bagi penyandang cacat.  Ada banyak persewaan payung bagi yang kepanasan,  tarifnya sekitar 5000per payung (kurang tau bisa ditawar atau tidak,  karena sepertinya semua pedagangnya sudah kompak menyepakati harga). 
Selanjutnya masih harus berjalan menuju candinya, kata petugas kurang lebih 1.5km. Kalau tidak mau berjalan kaki bisa menggunakan kereta,  tarifnya 10000rupiah perorang-sekali jalan dan sudah mendapatkan satu botol mini air mineral.  Selain kereta juga disediakan angkutan lain seperti delman ataupun mobil golf,  tarifnya lebih mahal sekitar 100-300ribu rupiah. 
Sampai di bawah candi tentunya masih harus menaiki tangga untuk sampai di atas candi.  Di daerah ini memang lebih terik lagi karena jelas tidak ada pohon di candi, jadi bagi yang tidak kuat panas jangan lupa topi, payung,  dan minumnya ya.  
Di sekitar candi sebenarnya tangga sudah di buat lebih user friendly,  setiap 10 atau 18 (agak lupa)  anak tangga akan diberi pelatarannyang cukup lebar buat beristirahat sejenak.  Namun di dalam candi sendiri, anak tangga jumlahnya lebih tidak beraturan antara 6-18 anak tangga,  tapi terasa lebih berat karena anak tangganya tinggi". Untungnya ada pegangan besi dipinggir,  meskipun ada beberapa yang tidak ada. 
Sebenarnya tangga ada di empat sisi candi yaitu utara,  selatan,  barat,  timur.  Sayangnya yang dibuka untuk naik hanya sisi selatan dan sisi utara untuk turun pulang. 
Pertama kali yang saya rasa ialah rasa sesal. Banyak patung yang sudah tidak utuh,  ada yang kepalanya hilang,  ada yang sudah retak,  dsb.  Beberapa batu sepertinya sudah diganti dengan batu baru agar bangunan tetap tertopang.  Namun untuk kebersihan sangat terjaga,  ada petugas yang mengawasi kebersihan dan ketertiban. Bila akan kesana lagi,  saya berniat menyewa tour guide saja (ngiri sama para bule),  biar ada yang jelasin kisah" yang ada di candi. 
Turun dari candi masih harus berjalan lagi ke tempat parkiran,  kata petugas +-3km lagi. Nanti akan melewati tempat untuk menunggang gajah,  ada juga tempat simulasi virtual (lupa namanya),  juga pasar oleh". Di pasar sepertinya harga barangnya lebih murah daripada yang diluar candi (diparkiran tadi). Barang yang dijual juga bermacam macan. Ada kaos,  celana pendek,  daster,  batik,  kain,  kerajinan kayu,  aneka aksesoris,  topi, buah salak,  jajanan dan makanan khas jogja juga ada.  
Selesai berjalan yang terasa ialah panas dan gerah,  jadi bagi yang mudah keringetan jangan lupa bawa baju ganti.

Jowy Arthedeis
Local Guide 

★★★★★
Informasi umum
Gaya arsitektur
stupa dan candi
Kota
Kecamatan Borobudur, sekitar 3 km dari Kota Mungkid (ibukota Kabupaten Magelang, Jawa Tengah)
Negara
 Indonesia
Koordinat
7°36′29″LS 110°12′14″BT / 7,608°LS 110,204°BT
Awal konstruksi
sekitar 770 Masehi
Selesai
sekitar 825 Masehi
Klien
Sailendra
Detail teknis
Sistem struktur
piramida berundak dari susunan blok batu andesit yang saling mengunci
Ukuran
luas dasar 123×123 meter, tinggi kini 35 meter, tinggi asli 42 meter (termasuk chattra)
Desain dan konstruksi
Arsitek
Gunadharma
Borobudur

Situs Warisan Dunia UNESCO
Tipe
Budaya
Kriteria
i, ii, vi
Nomor identifikasi
592
Kawasan UNESCO
Asia Pasifik
Tahun pengukuhan
1991 (sesi ke-15)



safitri ayuu
Local Guide 

★★★★★ Tiket masuknya 40k, tapi sayang di area borobudurnya gak ada parkiran motor, jadi terpaksa deh parkir diluar, parkir 5k.
Jalan nya dari gerbang masuk ke tempat pembelian karcisnya lumayan jauh, velum lagi ke area candinya. Sebelum kesini siapin fisik, dan jangan lupa makan karna tangga yg harus didaki lumayan banyak dan rada curam.
Saran sih kalo ke sini lebih baik pagi2 soalnya kalo siang panasnya terik banget, di candi gak ada tempat berteduh juga. Kalo mau bisa beli topi atau sewa payung di area sekitaran candi, sewa payung 5k.
Turun dari candi banyak pedagang yg nawarin souvenir, saran sih gak usah beli disitu, soalnya pas keluar kita lewatin area pasar yg jual jauh lebih murah

Indah Sanni
Local Guide 

★★★★★ Untuk harga masuknya hari minggu Rp.40.000 . Fasilitas ada tolilet umum, pasar oleh2, jajanan pasar, tmpat jual minuman, tempat cuci tangan, kursi taman, tmpat jalan untuk orang kebutuhan khusus, ada pemandu wisatanya, tempat parkir luas, bnyak hotel di sekitar, namun tidak menyediakan transport dr candi ke tmpat parkiran krna jalannya LUMAYAN JAUUUHHH SEKALI, jdi klo pulang dr candi ke tmpat parkir harus jalan dan itu harus ngelewatin tmpat2 ato pasar oleh2 yg di mna penjualnya terlalu MEMAKSA UNTUK MEMBELI . Agak kesel sih tpi ya mungkin mereka juga kerja ya cari uang.


Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Dilarang Copy Paste artikel di blog ajarnulis tanpa Seizin Admin kecuali menyertakan link sumber aktif. Hargailah jerih payah Penulis.