-->
Langkah Investasi Reksadana dari Nol, Investor Pemula Wajib Tahu!

Langkah Investasi Reksadana dari Nol, Investor Pemula Wajib Tahu!


Reksadana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat. Selain volatilitasnya yang tidak setinggi Forex, modal awal investasi di pasar reksadana tergolong kecil. Anda bisa membuat akun reksadana dengan modal hanya Rp 10 ribu saja. Nah, secara khusus artikel ini akan membahas tentang langkah investasi reksadana sebagai panduan bagi pemula.


1. Pahami Dulu Apa Itu Reksadana

Sebelum berinvestasi Anda tentu wajib berkenalan dengan reksadana. Reksadana bisa diartikan sebagai wadah penyimpanan dana masyarakat, untuk kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek oleh investor profesional. Ahli profesional inilah yang nanti bakal mengelola dana investasi untuk mendapatkan profit.


Perlu digaris bawahi juga jika masyarakat tak perlu modal besar jika ingin investasi reksadana. Mereka hanya perlu menabungkan sejumlah uang dan memilih jenis reksadana yang diinginkan. Berikut beberapa jenis reksadana yang banyak dipilih: 


·        Reksadana Pasar Uang

·        Reksadana Pendapatan Tetap

·        Reksadana Campuran

·        Reksadana Saham

·        Reksadana Syariah

·        Reksadana Terstruktur.


2. Pahami Konsep Investasi Reksadana


Mayoritas masyarakat yang berinvestasi punya tujuan untuk mendapatkan profit/keuntungan. Namun, perlu dipahami jika investasi tidak selalu menjanjikan hal tersebut. Akan selalu ada risiko yang berbanding lurus dengan pilihan yang diambil.


Contoh, jika Anda bersifat agresif dan ingin mendapatkan return cepat, maka berinvestasi di reksadana mungkin kurang efektif. Anda bisa memilih Forex atau mata uang kripto dengan volatilitasnya yang sangat tinggi. Namun, bila Anda mengincar financial freedom dengan jangka waktu panjang maka instrumen ini sangat direkomendasikan untuk dipilih.

  

3. Pahami Istilah-Istilah Penting di Reksadana


Reksadana punya banyak istilah yang akan terasa asing oleh investor pemula. Berikut beberapa istilah penting Reksadana yang wajib dipahami.


·        NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksadana, merupakan total aset yang sudah dikurangi oleh seluruh kewajiban yang harus dipenuhi.

·        NAB/Unit, diperoleh dari pembagian total NAB reksadana dengan total jumlah unit penyerta reksadana.

·        KIK (Kontrak Investasi Kolektif), kontrak antara manajer investasi dan Bank Kustodian.

·        Bank Kustodian, bank yang mendapat persetujuan OJK sebagai pengurus administrasi dan punya fungsi mengawasi.

·        Fund Fact Sheet, adalah laporan kinerja bulanan yang diterbitkan Manajer Investasi

·        Manajer Investasi, tenaga profesional yang mendapatkan izin dari OJK.

·        Switching, merupakan pengalihan unit reksadana di hari bursa.

·        Redemption, yaitu penjualan unit reksadana di hari bursa.

·        Dan lain-lain.


4. Investasi di Reksadana Pilihan


Setelah mendapatkan gambaran singkat tentang reksadana, Anda tinggal berinvestasi di reksadana pilihan. Untungnya berkat kemajuan teknologi kini masyarakat bisa lebih mudah berinvestasi. Banyak aplikasi reksadana di Play Store yang bisa menjadi wadah untuk para investor.


Namun sebelum memilih salah satu aplikasi disarankan agar melihat track record-nya terlebih dahulu. Bila aplikasi punya tren baik dan banyak direkomendasikan maka Anda dapat berinvestasi di platform tersebut. Hindari aplikasi reksadana bermasalah yang mungkin merugikan Anda di kemudian hari.

 

5 Lakukan Pendaftaran


Untuk memulai investasi reksadana Anda perlu melakukan pendaftaran. Secara umum, syarat mendaftar di aplikasi reksadana adalah memiliki KTP, nomor ponsel aktif, dan rekening bank. Setelah pendaftaran selesai maka Anda pun bisa mulai berinvestasi.


Sebelumnya, Anda perlu membeli reksadana terlebih dahulu. Anda bisa memilih reksadana pilihan, melihat performanya di Fund Fact Sheet, lalu tekan tombol beli. Terakhir lakukan pembayaran dengan mentransfer uang sesuai dengan reksadana yang dibeli.


Sistem biasanya butuh waktu pencatatan maksimal 1x24 jam terkait pembelian reksadana. Jika transaksi berhasil, maka Anda tinggal memantau pertumbuhannya secara berkala. Aplikasi biasanya akan membuat laporan otomatis terkait pertumbuhan investasi. 

Baca juga:

This Is The Newest Post
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar