Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak

Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak


Meskipun tingkat kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan lingkungan terus ditingkatkan, nyatanya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) masih cukup tinggi di beberapa wilayah di Indonesia. Pengobatan demam berdarah pun sangat bergantung pada deteksi dini infeksi virus terhadap pasien.

Anak Masih Menjadi Pasien Paling Mudah Terjangkit DBD


Anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh belum sebaik orang dewasa menjadi lebih rentan terinfeksi oleh virus demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini. Selain itu, gejala yang umumnya di tampakkan oleh infeksi ini juga mirip dengan gejala penyakit lain seperti tifus, campak, demam zika dan chikungunya.

Pada pasien anak, orang tua pun dituntut untuk lebih peka dalam mengenali berbagai tanda-tanda yang diperlihatkan oleh fisik, kondisi kesehatan anak dan kebiasaannya. Orang tua harus lebih aktif dalam mengamati suhu tubuh, berbagai keluhan dan bermacam kebiasaan seperti nafsu makan.

Sayangnya, gejala demam berdarah terhadap anak dan balita ini tak selalu muncul. Banyak kasus dimana pasien anak demam berdarah justru tidak memperlihatkan gejala, sementara beberapa lainnya baru menunjukkan gejala ringan 4–14 hari setelah gigitan nyamuk aedes. Gejala DBD sendiri umumnya berlangsung 2–7  hari.

Tanda dan gejala DB pada anak dan balita pada umumnya berupa;


  • Demam tinggi (40 ° C) secara mendadak
  • Terasa sakit pada bagian belakang mata, nyeri sendi, otot dan tulang
  • Mengeluhkan sakit kepala luar biasa
  • Terdapat ruam di beberapa bagian tubuh
  • Terjadi perdarahan ringan yang keluar dari bagian hidung maupun gusi
  • Kulit yang menjadi lebih mudah memar
  • Mengeluhkan batuk, pilek, nafsu makan menurun, mual dan muntah
  • Terasa gatal di bagian telapak kaki

Umumnya gejala awal penyakit DBD ini seringkali tidak disadari oleh pasien dan orang tua sehingga dikira sekedar penyakit biasa. Gejala yang memicu salah tafsir ini karena memang mirip dengan infeksi saluran napas akut (ISPA), misalnya  seperti flu, infeksi tenggorokan dan sebagainya. Rhinitis alergi, misalnya, juga memiliki hubungan erat dengan ISPA dengan gejala yang mirip.

Gejala batuk, pilek dan demam merupakan salah satu tanda yang sering dianggap sepele. Padahal flu akan segera reda secara berangsur-angsur di hari ke-7 hingga ke-14. Sementara pada DBD, pasien sudah memasuki fase pertama ditandai dengan menghilangnya semua gejala awal.

Itulah beberapa tanda awal anak yang terinfeksi oleh virus DBD. Sebagai orang tua Anda dituntut untuk selalu waspada terhadap berbagai keluhan kesehatan anak. Untuk pencegahan, segera periksakan anak  saat demam memasuki hari ke-4.

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar