Pilih Menabung atau Investasi ?

Pilih Menabung atau Investasi ?

Halo Sobat Ajarnulis.com, ... apa kabar? semoga kesuksesan selalu menyertai Sobat semuanya, aamiin. Sobat banyak orang yang menanyakan dan mencari informasi tentang cara menabung investasi, perbedaan menabung dan investasi, menabung vs investasi, definisi investasi menabung dan berbisnis, persamaan menabung dan investasi, kiat menabung emas, investasi emas, perbedaan investasi dan tabungan dan sebagainya. Untuk itu pada kesempatan kali ini saya akan bagikan artikel dengan judul  Pilih Menabung atau Investasi, semoga bermanfaat.

Pilih Menabung atau Investasi 

Ketika seseorang telah memiliki suatu produk deposito dan menempatkan sejumlah uang di sana , maka dia dikatakan telah menabung. Namun demikian, belum bisa dikatakan dia telah berinvestasi. Bunga deposito yang terlalu kecil dan habis digerogoti inflasi menyebabkan uang sukar bertambah , bahkan terkadang malah minus. Saat ini , bunga deposito sebuah bank berkisar 5,5% saja sedangkan inflasi tahunan misal di tahun 2017 kemarin sebesar 6,59%. Dalam kondisi semacam itu uang yang ditempatkan dalam deposito lama-kelamaan akan semakin berkurang nilai jualnya. Apabila dahulu kita bisa membeli 3 buah mobil , mungkin lima tahun kedepan kita hanya mampu membeli 2,5 mobil.

Oleh karena itu, deposito hanya disebut tabungan. Sekedar agar berbunga barang sedikit saja dan lebih aman daripada disimpan di rumah yang rawan perampokan.

Sebaliknya investasi memberi rata-rata return yang lebih besar daripada inflasi. Contoh paling konkrit adalah reksa dana. Reksadana saham atau campuran -meskipun tidak tergolong stabil -mampu memberi return jauh di atas inflasi yakni, sekitar 50% ke atas. Sementara itu Reksadana pendapatan tetap yang lebih stabil bertahan di angka 10% sampai 15%. Produk-produk semacam reksadana yang memberi return di atas inflasi itulah yang sebenarnya layak disebut investasi.

Sebenarnya Investasi adalah menempatkan uang supaya berkembang biak untuk merencanakan pengeluaran masa depan , misalnya membeli rumah , pendidikan anak , dan sebagainya. Dengan demikian , sesuatu yang disebut investasi minimal harus memberi return di atas inflasi tahunan supaya uang terus bertambah dan bukannya malah merosot nilai jualnya.

Meskipun investasi memberi return yang lebih besar , tetapi biasanya kurang stabil dibandingkan produk tabungan semacam tabungan Bank atau deposito. Namun , investasi tetap dibutuhkan oleh mereka yang (1) memiliki rencana pengeluaran biaya (membeli rumah, pendidikan anak dan lain-lain) di masa depan , (2) berjiwa agresif dan ingin cepat kaya (3) belum 100% mapan , dan (4) ingin hidup tanpa bekerja dengan bersandar pada bunga bank saja.

Sementara itu , mereka yang sudah berusia lanjut dan sudah mapan tanpa banyak pengeluaran lagi mungkin lebih membutuhkan tabungan yang aman dan nyaman.

Referensi:
(Eka Dharma Pranoto, S.Kom.-Hidup Kaya Tanpa Bekerja)

Nah itulah Sobat artikel tentang  Pilih Menabung atau Investasi , semoga bermanfaat, sampai jumpa lagi pada postingan berikutnya: Arti Kebebasan Finansial / Keuangan

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Dilarang Copy Paste artikel di blog ajarnulis tanpa Seizin Admin kecuali menyertakan link sumber aktif. Hargailah jerih payah Penulis.