Mobil Terendam Banjir? Lakukan 5 Langkah Ini

Mobil Terendam Banjir? Lakukan 5 Langkah Ini


Hujan deras yang mengguyur di puncak musim hujan awal tahun 2020 mengakibatkan banjir sejumlah wilayah di tanah air seperti Jakarta dan Surabaya. Banjir tak hanya menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur, melainkan juga kendaraan bermotor. Baik sepeda motor dan mobil yang nekad menerobos banjir maupun yang terendam di garasi rumah memerlukan perawatan setelah banjir surut. Sebelum menemukan bengkel servis resmi korban banjir, Anda dapat melakukan beberapa tips berikut sebagai perawatan awal.

1. Cabut Kabel Aki 

Hal pertama yang harus dilakukan setelah mobil terendam banjir yaitu cabut kabel aki untuk menghindarkan mobil dari korsleting yang dapat merusak komponen elektronik di dalamnya. Terutama untuk mobil keluaran baru yang serba menggunakan listrik. Jangan memaksa menghidupkan mobil karena akan membuat kerusakannya semakin parah. Jika kabel dicabut, orang lain pun tidak akan dapat menghidupkannya.

2. Periksa Bagian Dalam Kap Mesin

Mesin mobil memang didesain kedap air karena dilapisi dengan material tahan panas, sehingga meski terendam banjir, air tidak akan masuk ke dalam mesin. Namun, untuk mobil yang pernah mengalami overheat, air dari radiator dapat merembes ke dalam mesin dari katup pembuangan, ring silinder pada ruang pembakaran, dan air intake. Hal inilah yang menyebabkan mobil mogok. 

Untuk mengatasinya, cek kondisi oli dengan menarik stick oil pada bagian depan atau samping mesin. Oli yang tercampur dengan air dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, perlu dicek jika warnanya berubah maka harus diganti. Periksa juga bagian-bagian lain yang dilumasi oli. Kemudian periksa bagian ECU (Electronic Control Unit) dan saluran udara yang menuju ke ruang pembakaran. Jika terdapat air di dalamnya, jangan hidupkan mesin agar komponen-komponen utama tidak rusak. 

3. Ganti Minyak Rem

Jika mobil Anda baru saja menerobos genangan banjir, segera ganti minyak rem. Minyak rem dapat bersenyawa dengan air sehingga sulit dideteksi jika tercampur dengan air. Minyak yang terkontaminasi air sangat berbahaya karena dapat membuat titik didih minyak rem turun drastis dan tidak tahan terhadap panas dari gesekan sistem rem. Hasilnya minyak rem lebih mudah mendidih dan mengakibatkan rem blong. 

4. Keringkan Komponen

Setelah mengganti minyak rem, lepas semua kabel yang berhubungan dengan kelistrikan mobil. Keringkan komponen seperti saluran angin, busi, karburator, coil, dinamo starter, vbent, alternator, dan kabel-kabel menggunakan kompresor angin ataupun pengering rambut. Komponen tersebut mudah rusak apabila terkena air banjir. Maka sebaiknya segera dikeringkan agar fungsi pengapiannya maksimal.

5. Kuras Tangki Bahan Bakar

Bahan bakar yang tercampur air dapat menimbulkan karat pada bagian dalam tangki. Selain itu, sistem pengapian terganggu, tangki cepat keropos, dan mudah bocor. Untuk mengantisipasi kerusakan komponen mesin akibat bahan bakar terkontaminasi air, kosongkan tangki setelah mobil terendam banjir. Anda dapat mengurasnya dengan cara memasukkan selang ke dalam tangki, lalu menyedot hingga bahan bakar di dalamnya habis. 

Setelah melakukan 5 langkah perawatan awal, segera bawa mobil ke bengkel tanpa menghidupkan mobil. Meskipun Anda memiliki perkakas untuk memperbaiki mobil dan sedikit paham tentang mesin, sebaiknya serahkan ke bengkel. Contohnya, bengkel servis mobil Daihatsu terendam yang lebih ahli dalam memperbaiki mobil Daihatsu Anda. Anda dapat menghubungi bengkel lewat telepon atau datang langsung untuk mendapatkan layanan evakuasi ke tempat mereka. 

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

2 komentar

Sangat bermanfaat,
Musim-musimnya kendaraan terendam....

Balas