Mekanisme Alat Penghemat Listrik

Mekanisme Alat Penghemat Listrik


Mungkin sejauh ini banyak orang yang menganggap jika alat penghemat listrik hanyalah alat biasa atau sekadar ocehan semata. Lalu, bermunculan pertanyaan tentang apakah mungkin listrik dapat dihemat? Ada juga anggapan lain kalau alat penghemat listrik bisa mengurangi dan membatasi arus listrik, sehingga arus tersebut masuk ke peralatan menjadi arus kecil. Namun, ada konsekuensinya, yaitu alat elektronik mudah rusak. Anggapan tersebut kiranya akan berbanding terbalik ketika Anda membaca artikel ini dan berkonsultasi langsung ke website http://sewatama.com/id/.

Pada dasarnya mekanisme alat penghemat listrik terbaik berada di kapasitor star up (kapasitor bank). Alat-alat induktif tersebut membutuhkan tarikan awal dengan arus yang besar sebelum alat elektronik tersebut berjalan atau digunakan. Anggap saja kipas angin yang akan Anda nyalakan. Tarikan di awal akan dipenuhi oleh arus listrik yang besarnya dua kali lipat. Sesudah berputar, daya listrik perlahan-lahan akan turun hingga ke titik terendah. Jika Anda belum tahu, bahwa kipas angin tersedia kapasitor 1-3 uF sebagai tarikan awal kapasitor. Adanya kapasitor itu, putaran awal kipas sejenak dinyalakan lebih stabil.

Untuk memastikannya, Anda bisa mencoba kipas angin menggunakan kapasitor kecil. Ketika dinyalakan, kipas angin prosesnya akan lebih lama. Tenaga untuk memulai putaran kiranya tidak cukup. Padahal, arus yang masuk harusnya lebih lama dan harus dibantu menggunakan tangan. Padahal, listrik akan terus bekerja dan memiliki kemungkinan merusak motor kalau terus menurus.

Lantas, kemunculah alat penghemat listrik diperlukan kapasitor sebagai kompesasi antara alat yang bekerja seefisien mungkin. Mekanismenya tidak jauh berbeda, yaitu menghemat listrik. Anda juga bisa mengurangi turunnya arus MCB ketika peralatan dinyalakan.  Silakan menyalakan peralatan serta mematikan alat elektronik tersebut secara berkala. Coba perhatikan, mana yang lebih hemat? Kira-kira menghidupkan dan mematikan alat elektronik berkali-kali bisa menghemat listrik? Pastinya tidak. 

Cukup sudah penjelasan tentang mekanisme alat penghemat listrik. Silakan dipahami agar Anda bisa mengaplikasikan ulasan ini dengan baik. Untuk solusi listrik industri di Indonesia, percayakan saja pada Sewatama yang merupakan perusahaan solusi kelistrikan tepercaya di tanah air. 

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar